Tim Gabungan Kasus Novel Dibentuk

Penyidik senior KPK Novel Baswedan menyampaikan keterangan pers ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Polri membentuk tim gabungan untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Jajaran Polri, KPK dan sejumlah pakar atau akademisi masuk dalam tim tersebut.

Surat tugas dengan nomor Sgas/3/I/HUK6.6/2019 telah dikeluarkan sejak 8 Januari 2019. Satgas ini berisi 65 anggota, terdiri dari 52 dari kepolisian, KPK enam orang, dan perwakilan pakar tujuh orang.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian secara langsung menjadi Penanggung Jawab Tim Gabungan ini. Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis ditunjuk sebagai ketua tim dan Brigjen Nico Afinta yang kini menjabat Karobinops Bareskrim Polri sebagai Wakil Ketua Tim.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan tim gabungan itu merupakan lanjutan dari rekomendasi Komnas HAM terkait penggunaan pasal obstruction of justice dalam kasus Novel. Tim diharap bisa mengungkap pelaku atau otak di balik penyerangan.

“Jadi kalau ada tim yang dibentuk oleh tim dari unsur yg lebih kuat dan lebih luas,” ujar Febri di Gedung KPK,  Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

(Baca: KPK Pasang Monumen Jam Waktu Penuntasan Kasus Novel)

KPK menolak berbicara dari segi optimis dan pesimis. KPK hanya berharap tim bisa segera mengungkap kasus penyiraman lebih terang.

“Karena nanti tim tersebut akan bekerja tinggal harapannya terhadap update pertanyaan dari publik termasuk jurnalis bisa didapatkan perkembangannya dari tim di Polri itu,” ujar Febri.

Novel disiram air keras usai salat subuh tak jauh dari rumahnya di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT 03 RW 10 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 11 April 2017. Kedua mata Novel mengalami luka bakar cukup parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit di Singapura.

Polri hingga kini belum mampu mengungkap dalang maupun pelaku penyiraman air keras ke Novel. Padahal, sketsa terduga pelaku sudah disebar dan pemeriksaan puluhan saksi sudah dilakukan.

(JMS)