Sidik Jari Molotov di Rumah Laode Diidentifikasi

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)

Jakarta: Teror bom molotov terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif terus didalami polisi. Penyidik tengah mengidentifikasi sidik jari yang menempel pada botol.

Tercatat telah 12 saks telah diperiksa polisi dalam kasus ini. Mereka yang diperiksa diduga mengetahui banyak peristiwa tersebut.

“Sisa-sisa botol itu akan dianalisa kembali apakah ada sidik jari yang bisa muncul,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

Pemilik sidik jari pada botol akan diintefikasi lebih jauh. Bila sidik jari tersebut pernah direkam KTP-el akan langsung terkoneksi.

“Orang itu pasti langsung berhasil diidentifikasi oleh Inafis,” ucapnya.

(Baca: Teror di Kediaman Pimpinan KPK Tindakan Pengecut)

Sementara itu, pemeriksaan CDR CCTV masih dilakukan. Polisi bakal meminta ahli teknologi untuk menganalisa CDR.

Dedi mengatakan jumlah saksi masih 12, belum bertambah. Tak menutup kemungkinan, polisi akan memeriksa pihak-pihak lainnya.

“Tapi masih perlu pendalaman,” ucap Dedi.

Rumah dua pimpinan KPK diteror bom, Rabu, 9 Januari 2019. Bom molotov ditemukan di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Sedangkan, bom rakitan ditemukan di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo.

(JMS)