Prabowo Dinilai Kerap Lontarkan Data Pembanding Yang Salah

Talkshow Live Chat Jokowi-Prabowo Ronde pertama Medcom.id – foto: Renatha Swasty.

Jakarta: Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dinilai kerap mengeluarkan data-data pembanding yang salah dalam debat pemilihan calon presiden-wakil presiden. Prabowo dinilai terus menunjukkan pesimisme. 

Salah satunya terkait pernyataan gaji Gubernur Jawa Tengah hanya Rp8 juta. Padahal, wilayah kerja Jawa Tengah lebih besar dari Malaysia. 

“Saya melihat paslon 02 sering salah data. Argumen dasarnya benar, gaji minim tapi pembandingnya salah akhirnya menjadi tidak bermakna,” kata Kandidat PhD The University of Queensland Australia Emir Chairullah dalam Live Chat Jokowi-Prabowo Ronde pertama Medcom.id, Kamis, 17 Januari 2019. 

Emir menyebut gaji kepala daerah minim kemungkinan benar. Tapi wilayah kerja yang dimaksud Prabowo salah. 

(Baca juga: Prabowo Ingin Menaikkan Gaji Penegak Hukum)

Diketahui, luas wilayah Jawa Tengah 32.901 km2, sementara luas wilayah Malaysia 330.803 km2. Perbandingan luas wilayah 10 kali lipat. 

“Yang tadi saya bilang pesimisme terus yang digambarkan 02 untuk mendagangkan programnya ke undecide voters,” tutur dia. 

Emir menyebut hal ini wajib diwaspadai paslon nomor urut 01. Sebab, data-data salah ini bisa saja dianggap benar oleh masyarakat awam. 

“Kalau kalangan educated itu oh iya salah. Tapi yang harus diwaspadai masyarakat awam seolah-olah benar mungkin akan membuat tertarik undecide voters ke depan harus ditegaskan masalah data,” tutur dia. 

Sebelumnya, Prabowo ingin menaikan gaji penegak hukum. Ini dilakukan untuk memberantas korupsi. Dia menilai gaji yang tinggi bisa menekan korupsi dan meningkatkan integritas. 

(REN)