Polisi Belum Berencana Periksa Edy Rahmayadi

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Jakarta: Satgas antimafia bola belum menjadwalkan pemeriksaan untuk Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi. Pasalnya, penyidik satgas antimafia bola harus lebih dulu memeriksa pejabat struktural PSSI.

“Semua tergantung dari pemeriksaan waketum, sekjen, dan perangjat struktural PSSI,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. 

Dedi menjelaskan, dari keterangan para pejabat struktural PSSI bakal dikontruksi untuk mengetahui adakah perbuatan melawan hukum. Selain itu, keterangan-keterangan itu dibutuhkan untuk mengetahui peran dari masing-masing pihak yang diperiksa. 

“Kalau enggak ada ya tetap menjadi saksi untuk beberapa tersangka yang sudah ditangkap,” ucapnya. 

Polisi tengah menyelidiki kasus mafia bola yang baru-baru ini terbongkar. Kasus ini merupakan tindak lanjut atas laporan dari Manager Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani.

Baca: Joko Driyono Minta Diperiksa Pekan Depan

Polisi telah memeriksa Bendahara Umum PSSI Berlinton Siahaan dan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Thisa Destria terkait laporan ini. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 11 tersangka.

Baru enam tersangka yang sudah ditahan. Mereka adalah mantan anggota Komisi Wasit Priyatno, wasit futsal Anik Yuni Artika Sari, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, anggota Komisi Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih, wasit Persibara Banjarnegara vs Pasuruan Nurul Safarid, dan Staf Direktur Perwasitan PSSI Mansyur Lestaluhu. 

(DMR)