Kreator dan Buzzer Hoaks Surat Suara Terendus

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Jakarta: Kreator dan penyebar pertama kali hoaks tentang adanya tujuh kontainer dari Tiongkok berisikan berisi surat suara yang telah dicoblos masih dicari polisi. Polisi telah mengidentifikasi pembuat dan penyebar hoaks itu. 

“Saat ini masih dalam aspek pendalaman alat bukti. Ini pembuktian penting dalam penyidikan kasus hoaks,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 7 Januari 2018. 

Menurut dia, penyidik masih menunggu hasil Laboratorium Forensik untuk mengetahui suara dari rekaman hoaks kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok. Dedi pun masih irit bicara soal pembuat maupun penyebar pertama apakah terkait dengan partai tertentu. 

“Nanti sabar dulu, penyidik bukan cuma memenuhi dua alat bukti. Tapi, semua alat bukti di Pasal 184 (KUHAP) dipenuhi,” beber dia. 

Sementara kini, penyidik telah menetapkan satu tersangka baru yakni J. Dia ditangkap di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. “Peran J sama dengan peran dua orang yang sudah ditangkap di Bogor maupun di Balikpapan,” jelas dia.

Baca: Fadli Sebut Andi Arief Dikriminalisasi

J, kata dia, menerima konten tanpa mengklarifikasi dan mengecek kembali. Kemudian, J memviralkan melalui akun Facebook dan grup WhatsApp

“J diterapkan pasal 14 atat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 (tentang Peraturan hukum Pidana) dengan ancaman hukumannya 3 tahun,” ujar dia.

Namun, J  tidak ditahan karena hanya ikut memviralkan hoaks tersebut. “Saat ini tim fokus dua pelaku yakni kreator dan buzzer,” kata Dedi.

(OGI)