Jaksa Bongkar Rencana Suap Eddy Sindoro ke Nurhadi

Jakarta: Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan ihwal pemberian suap dari mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro kepada mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Hal itu diungkapkan jaksa dalam sidang lanjutan perkara suap dengan terdakwa Eddy Sindoro. 

Awalnya, jaksa mencecar mantan pegawai PT Artha Pratama Anugerah Doddy Aryanto Supeno soal pemberian suap kepada Nurhadi. Kendati begitu, selama proses persidangan, Doddy kerap mengaku lupa soal kejadian tersebut. 

Jaksa lantas membacakan keterangan Doddy dalam berita acara pemeriksaan (BAP). menurut jaksa, Doddy pernah diminta Eddy Sindoro untuk mengirim sesuatu kepada Nurhadi. 

“Maksud komunikasi saya dengan Suhendra Armadaja (mantan petinggi Lippo Group), saya sampaikan pesan dari Pak Eddy Sindoro, kapan barang untuk Pak WU dicicil lagi? Pak WU adalah Nurhadi,” kata jaksa Abdul Basir saat membacakan BAP milik Doddy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 14 Januari 2019. 

Doddy mengaku tak mengingat komunikasinya dengan Nurhadi maupun Suhendra. Ia beralasan pernah mengalami stroke sehingga daya ingatnya melemah. 

Dalam BAP, Doddy juga menyebut jika ada pemberian sesuatu kepada Nurhadi. Ini termasuk pemberian huburan kepada enam anggota Brimob ajudan Nurhadi. 

“Barang berikut entertainment enam anggota Brimob ajudan Nurhadi. Beberapa hari kemudian, saya tanya, apa sudah ada barang yang akan diberikan ke Nurhadi. Tapi, belum ada,” lanjut jaksa.

Tidak hanya itu, dalam pesan singkat, Doddy dan Eddy Sindoro kerap membicarakan Nurhadi. Jaksa menduga Doddy juga sering berkomunikasi dengan Nurhadi. 

Kendati demikian, Doddy masih tetap berpegangan keterangannya di persidangan. Ia mengaku lupa dan tidak mengingat betul soal komunikasinya dengan Eddy Sindoro maupun Nurhadi, juga soal pemberian suap itu.

“Lupa saya, Pak,” jawab Doddy. 

Baca: KPK Pegang Rekaman Lucas Rekomendasikan Eddy Kabur

Eddy Sindoro didakwa menyuap panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Edy Nasution. Suap diduga diberikan terkait pengurusan sejumlah perkara untuk beberapa perusahaan di bawah Lippo Group yang ditangani di PN Jakarta Pusat.

Suap tersebut antara lain sebesar Rp100 juta agar Edy Nasution menunda aanmaning PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP). Uang tersebut diberikan melalui perantara Wawan Sulistyawan dan Doddy Aryanto Supeno.

Selain itu, Eddy Sindoro juga didakwa menyuap Edy Nasution sebesar Rp50 juta dan USD50 ribu. Uang suap itu terkait permintaan perkara peninjauan kembali (PK) yang diajukan PT Across Asia Limited (PT AAL), anak usaha Lippo Group.

(OGI)