Aher Akhirnya Memenuhi Panggilan KPK

Jakarta: Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) akhirnya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

“Hari ini alhamdulilah saya datang untuk memberikan penjelasan tentang kasus Meikarta yang saya ketahui,” kata Aher di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Aher sudah dua kali mangkir. KPK bahkan sempat mengultimatum politikus PKS itu untuk kooperatif.

Aher membantah tak menghormati proses hukum yang berjalan di KPK. Dia beralasan tidak memenuhi panggilan penyidik karena surat yang dilayangkan tidak sesuai.

“Ada miskomunikasi lagi karena surat tersebut masih diantar ke rumah dinas saya di Jawa Barat, sehingga proses pengantaran dari rumah gubernur ke rumah saya ada hambatan,” ucap dia.

Baca: KPK Minta Aher Kooperatif

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ada beberapa hal yang akan digali dari Aher. Salah satunya kewenangan Aher sebagai gubernur yang juga punya kewenangan memuluskan izin proyek Meikarta.

“Tentu yang terkait dengan kewenangan saat menjabat gubernur dan apa yang dilakukan saat itu terkait perizinan Meikarta,” kata Febri.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Baca: KPK Agendakan Kembali Pemanggilan Aher

Nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

(OJE)