Fajar Satritama dan Ikmal Tobing Mencari Talenta Baru Drummer Indonesia

Jakarta: Kompetisi drum secara online bertajuk Tama Groove Session kembali digelar tahun ini. Ketika pertama kali digelar pada 2017, Tama Groove Session berhasil menjaring ratusan peserta berbagai daerah di Indonesia.

Mahkota Musik Indonesia (MMI) selaku penyelenggara kembali membuka kesempatan kepada drummer Indonesia untuk berkompetisi dalam Tama Groove Session 2018. Tama Groove Session bisa disebut sebagai event internasional karena ajang ini juga diadakan di Tiongkok.

Untuk tahun ini, Tama Groove Session Indonesia 2018 diisi oleh juri-juri yang memang terkenal di bidangnya. Sebut saja seperti Fajar Satritama yang saat ini mengisi posisi drum band Edane dan God Bless. Dari Indonesia masih ada Tigor Nainggolan dan Ikmal Tobing yang biasa tampil mengiringi sejumlah musisi.

“Kami percaya bahwa dengan kompetisi ini, akan lahir bibit-bibit unggul yang memiliki potensi untuk menjadi musisi drum besar dan mampu untuk go international. Kami yakin bahwa di Indonesia banyak sekali drummer-drummer berbakat dengan kemampuan luar biasa yang belum memiliki kesempatan untuk tampil di blantika musik Indonesia,” kata pihak penyelenggara dalam siaran pers yang diterima Medcom.id

Selain drummer Indonesia, ajang ini juga menghadir penabuh drum internasional yang tak kalah mentereng. Ada Kaz Rodriguez, Fuyu dan Noriaki Kumagai. Selain dikenal sebagai drummer, mereka juga sering terlibat sebagai juri di ajang kompetisi drum internasional.

Tama Groove Session 2018 dimulai dari 1 November 2018 hingga 31 Desember 2018. Dengan durasi kontes lebih lama itu, para peserta diharapkan memberikan kemampuan terbaik mereka lewat karya yang apik.

Para peserta dapat berpartisipasi dalam kompetisi dengan mengirimkan Entry Video sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan. Formulir pendaftaran bisa didapatkan di laman bermusik.co.id. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada Januari 2019.

“Sistem kompetisi online ini juga sangat adil karena kami memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari backing track yang harus di fill in. Peserta memiliki waktu yang banyak untuk bermain dan berimprovisasi menurut gayanya, karena kompetisi ini juga membebaskan peserta untuk memilih apapun style musik yang mereka inginkan. Sekali lagi, semua akan dilihat bagaimana hasil akhir dari semua eksplorasi musik yang mereka lakukan pada backing track tersebut,” paparnya.

Para pemenang pertama Tama Groove Session 2018 nantinya berhak membawa pulang satu set drum New Tama Starclassic Walnut Birch senilai Rp40 juta dan berangkat ke luar negeri. Sedangkan juara kedua akan mendapatkan New Snare Drum Tama, juara ketiga akan meraih dobel pedal Tama.

“Kami percaya bahwa Tama Groove Session 2018 akan membuka kesempatan bagi drummer-drummer di seluruh tanah air untuk menunjukkan diri kepada dunia dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkiprah, bukan hanya nasional tetapi juga internasional,” tutup penyelenggara.

 
(ELG)